Kekurangan & Kelebihan Vitamin E

Saturday, December 16th, 2017 - Gangguan Nutrisi & Metabolisme, Penyakit

Akibat Kekurangan & Kelebihan Vitamin E

Vitamin E (alfa-tokoferol) adalah suatu antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh terhadap kerusakan oleh senyawa kimia reaktif yang dikenal sebagai radikal bebas. Vitamin E dan selenium (suatu mineral esensial yang merupakan komponen dari enzim antioksidan) mempunyai sifat yang sama.

Akibat Kelebihan Vitamin E

Vitamin E dosis tinggi yang diberikan kepada bayi prematur untuk mengurangi resiko terjadinya retinopati, tampaknya tidak memperlihatkan efek samping yang berarti.

Pada orang dewasa, vitamin E dosis tinggi hampir tidak menimbulkan efek samping, kecuali meningkatnya kebutuhan akan vitamin K, yang bisa menyebabkan perdarahan pada orang-orang yang mengkonsumsi obat antikoagulan, oleh karena itu perlu diberikan dosis yang tepat agar tidak terjadi kelebihan vitamin E pada pasien.

kekurangan vitamin e,kelebihan vitamin e,kekurangan vitamin e menyebabkan penyakit,kekurangan vitamin e dapat mengakibatkan penyakit,kekurangan vitamin e disebut,kekurangan vitamin e adalah,kekurangan vitamin e bagi tubuh,akibat kekurangan vitamin e dalam tubuh,bahaya kekurangan vitamin e,ciri2 kekurangan vitamin e

Akibat Kekurangan Vitamin E

Bayi prematur memiliki cadangan vitamin E yang sangat sedikit dan bisa menderita kekurangan vitamin E bila diberi makanan yang banyak mengandung lemak tak jenuh dan sedikit mengandung vitamin E.

Lemak tak jenuh merupakan prooksidan (bahan-bahan yang mudah teroksidasi menjadi radikal bebas), yang merupakan lawan vitamin E dan bisa menyebabkan pecahnya sel darah merah (hemolisa).

Penyakit Akibat Kekurangan Vitamin E

Penyakit yang berhubungan dengan penyerapan lemak juga bisa mengurangi penyerapan vitamin E dan meningkatkan resiko terjadinya kekurangan vitamin E:

  • Penyakit Seliak
  • Penyumbatan saluran empedu
  • Fibrosis kistik
  • Penyakit Chrohn.

Pada bayi prematur, kekurangan vitamin E menyebabkan masalah pada mata (retinopati) dan perdarahan otak.

Kedua hal tersebut juga bisa diakibatkan oleh pemaparan kadar oksigen yang tinggi dalam inkubator.

Pada anak yang lebih besar, kekurangan vitamin E akan menyebabkan gangguan penyerapan di usus dan gejala-gejala yang mirip dengan kelainan saraf, seperti refleks yang menurun, sulit berjalan, penglihatan ganda, hilangnya sensasi posisi dan kelemahan otot.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan darah yang menunjukkan rendahnya kadar vitamin E dalam darah.

Mengkonsumsi vitamin E tambahan per-oral (ditelan) dalam dosis besar, akan mengurangi sebagian besar gejala; tetapi pemulihan sistem saraf mungkin akan tertunda selama beberapa bulan pada pasien dengan kekurangan vitamin E tersebut.