Hipofosfatemia

Friday, December 15th, 2017 - Gangguan Nutrisi & Metabolisme, Penyakit

Hipofosfatemia (kadar fosfat yang rendah dalam darah) adalah suatu keadaan dimana konsentrasi fosfat dalam darah kurang dari 2,5 mgr/dL darah.

Hipofosfatemia adalah suatu kondisi di mana seseorang memiliki kadar fosfat yang sangat rendah pada darahnya. Bukan hanya sekadar rendah biasa, namun hipofosfatemia menunjukkan bahwa konsentrasi fosfat yang ada pada darah tidak lebih dari 2,5 mgr/dL darah dan bahkan kurang dari itu.

Penyebab Hipofosfatemia

Hipofosfatemia merupakan satu kondisi yang jelas ada penyebabnya, yaitu:

  1. Penggunaan diuretik pada jangka panjang
    Diuretik sendiri adalah salah jenis obat yang biasanya digunakan demi membuat laju aliran urin meningkat atau lancar. Hanya saja, obat jenis ini akan memicu terhambatnya penyerapan ion natrium di bagian tertentu dari ginjal. Selain itu pun, diuretik dapat membuat kemampuan ginjal terpengaruh dalam mengatasi ion yang lainnya, seperti fosfat, bikarbonat, klor, magnesium, hidrogen, kalsium dan kalium. Sirkulasi darah pun dapat dipengaruhi oleh diuretik.
  2. Memburuknya fungsi ginjal
    Biasanya, kesehatan ginjal akan menurun ketika Anda mengonsumsi obat-obatan secara berkelanjutan, termasuk diuretik yang disebutkan sebelumnya. Namun, fungsi ginjal juga dapat memburuk akibat terapi herbal dengan proses yang salah. Kurangnya minum air putih juga dapat menyebabkan ginjal kurang bekerja dengan baik, bahkan pola makan sembarangan juga dapat menjadi faktor.
  3. Hipotiroidisme
    Hipotiroidisme juga sanggup menjadi salah satu penyebab hipofosfatemia dan kondisi ini sendiri sangat mengacu pada simtoma menurunnya sekresi hormon tiroid dan sintesus dari kelenjar tiroid. Sebelum menyebabkan hipofosfatemia, hipotiroidisme dapat muncul dalam tubuh seseorang karena kekurangan gizi, khususnya yodium dan iodina. Kondisi seperti ini juga bisa dianggap sebagai kondisi di mana kelenjar tiroid kurang aktif bekerja.
  4. Hiperparatiroidisme
    Ini adalah sebuah penyakit di mana terdapat hormon paratiroid yang dikeluarkan oleh kelenjar paratiroid terhitung banyak jumlahnya dari keadaan biasa. Kelenjar paratiroid adalah suatu kelenjar yang bisa ditemukan di bagian leher dan lokasinya sangat dekat atau bahkan bisa dibilang menempel dengan bagian belakang dari kelenjar tiroid. Hormon paratiroid kemudian diproduksi oleh kelenjar tersebut.
  5. Dosis racun dari teofilin
    Jumlah fosfat pada tubuh seseorang juga dapat berkurang akibat dosis racun dari teofilin ini. Ketika Anda mengonsumsi antasid aluminium hidroksida dalam jangka waktu panjang dan dalam dosis yang tinggi, maka kadar fosfat di dalam tubuh dapat berkurang. Hal ini dapat lebih mudah terjadi pada penderita yang tengah melalui proses dialisa ginjal.
  6. Ketoasidosis diabetikum
    Sindrom ini pun mampu memicu hipofosfatemia. Ketoasidosis diabetikum merupakan sebuah sindrom dari sinergi sumtoma hiperglisemia, ketonemia dan asidemia dengan parameter klinis menurut Asosiasi Diabetes Amerika yang menunjukkan rasio anion gap > 10, serum bikarbonat < 18, pH < 7.30 dan juga gula darah kurang dari 250 mg/dL.
  7. Malnutrisi serius
    Kekurangan fosfor karena malnutrisi tampaknya sudah begitu jelas dan kondisi seperti ini merupakan masalah medis serius di mana tubuhnya tidaklah mendapat nutrisi penting yang seharusnya diterima. Malnutrisi bisa juga disebut dengan gizi buruk dan hal ini bukan hanya karena Anda tidak makan, bahkan orang yang kebanyakan makan pun tetap bisa mengalami malnutrisi. Seseorang masih bisa terkena malnutrisi walau makan banyak karena makanan yang ia konsumsi tidaklah bergizi.
  8. Mengalami luka bakar cukup hebat

Hipofosfatemia menahun terjadi pada:

  • hiperparatiroidisme
  • hipotiroidisme (suatu kelenjar tiroid yang kurang aktif)
  • fungsi ginjal yang buruk
  • penggunaan diuretik dalam waktu lama.

Dosis racun dari teofilin bisa mengurangi jumlah fosfat dalam tubuh. Mengkonsumsi sejumlah besar antasid alumunium hidroksida dalam waktu yang lama, juga bisa mengurangi fosfat dalam tubuh, terutama pada penderita yang menjalani dialisa ginjal.hipofosfatemia,hipofosfatemia adalah,askep hipofosfatemia,definisi hipofosfatemia,gejala hipofosfatemia,makalah hipofosfatemia,pengertian hipofosfatemia,penyebab hipofosfatemia,penyakit hipofosfatemia,pengobatan hipofosfatemia,patofisiologi hiperfosfatemia

Cadangan fosfat juga akan berkurang pada :

  • malnutrisi berat
  • ketoasidosis diabetikum
  • keracunan alkohol yang berat
  • luka bakar hebat.

Gejala Hipofosfatemia

Gejala akan muncul hanya jika konsentrasi fosfat darah sangat rendah. Pada awalnya penderita akan mengalami kelemahan otot. Selanjutnya tulang menjadi rapuh, mengakibatkan nyeri tulang dan fraktur (patah tulang).

Pada konsentrasi yang amat sangat rendah (kurang dari 1.5 mgr/dL darah) dapat berakibat serius, menyebabkan kelemahan otot yang semakin memburuk, stupor (penurunan kesadaran), koma dan kematian.

Diagnosa Hipofosfatemia

Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan darah dan gejala-gejalanya.

Pengobatan Hipofosfatemia

Pengobatan ditentukan berdasarkan beratnya gejala dan penyebabnya.

Seorang penderita tanpa gejala dapat mengkonsumsi fosfat dalam bentuk larutan yang dapat diminum, namun cara ini bisa menyebabkan diare. 1 liter susu skim atau susu rendah lemak mengandung sejumlah besar fosfat dan umumnya lebih mudah untuk dikonsumsi.

Fosfat intravena dapat diberikan bila hipofosfatemia sangat berat atau bila fosfat tidak dapat dikonsumsi per-oral (ditelan).