Hiperkalemia

Thursday, December 14th, 2017 - Gangguan Nutrisi & Metabolisme, Penyakit

Hiperkalemia (kadar kalium darah yang tinggi) adalah suatu keadaan dimana konsentrasi kalium darah lebih dari 5 mEq/L darah. Biasanya konsentrasi kalium yang tinggi adalah lebih berbahaya daripada konsentrasi kalium yang rendah. Konsentrasi kalium darah yang lebih dari 5.5 mEq/L akan mempengaruhi sistem konduksi listrik jantung. Bila konsentrasi yang tinggi ini terus berlanjut, irama jantung menjadi tidak normal dan jantung akan berhenti berdenyut.

Penyebab Hiperkalemia (Kadar Kalium Darah Yang Tinggi)

Hiperkalemia biasanya terjadi jika ginjal tidak mengeluarkan kalium dengan baik. Mungkin penyebab paling sering dari hiperkalemia adalah penggunaan obat yang menghalangi pembuangan kalium oleh ginjal, seperti triamterene, spironolactone dan ACE inhibitor.

Hiperkalemia juga dapat disebabkan oleh penyakit Addison, dimana kelenjar adrenal tidak dapat menghasilkan hormon yang merangsang pembuangan kalium oleh ginjal dalam jumlah cukup. Penyakit Addison dan penderita AIDS yang mengalami kelainan kelenjar adrenal semakin sering menyebabkan hiperkalemia.

Gagal ginjal komplit maupun sebagian, bisa menyebabkan hiperkalemia berat. Karena itu orang-orang dengan fungsi ginjal yang buruk biasanya harus menghindari makanan yang kaya akan kalium.

Hiperkalemia dapat juga dapat terjadi akibat sejumlah besar kalium secara tiba-tiba dilepaskan dari cadangannnya di dalam sel.

Hal ini bisa terjadi bila:

  • sejumlah besar jaringan otot hancur (seperti yang terjadi pada cedera tergilas)
  • terjadi luka bakar hebat
  • overdosis kokain.

Banyaknya kalium yang masuk ke dalam aliran darah bisa melampaui kemampuan ginjal untuk membuang kalium dan menyebabkan hiperkalemia yang bisa berakibat fatal.

Gejala Hiperkalemia (Kadar Kalium Darah Yang Tinggi)

Hiperkalemia ringan menyebabkan sedikit gejala. Gejalanya berupa irama jantung yang tidak teratur, yang berupa palpitasi (jantung berdebar keras).

Diagnosa Hiperkalemia (Kadar Kalium Darah Yang Tinggi)

Biasanya hiperkalemia pertama kali terdiagnosis pada pemeriksaan darah rutin atau karena ditemukannya perubahan pada pemeriksaan EKG.hiperkalemia,hiperkalemia pdf,hiperkalemia adalah pdf,hiperkalemia terapi,hiperkalemia pada ckd,hiperkalemia koreksi,hiperkalemia refrakter,hiperkalemia pada anak,hiperkalemia pada ekg,hyperkalemia,hiperkalemia adalah,hiperkalemia apa,askep hiperkalemia,arti hiperkalemia,hiperkalemia itu apa,medidas anti hiperkalemia,hiperkalemia dialisis,hiperkalemia disebabkan oleh,hiperkalemia dapat menyebabkan,hiperkalemia dan gagal ginjal,hiperkalemia definisi,diagnosa hiperkalemia,pengobatan hiperkalemia,diagnosa hiperkalemia,penyebab hiperkalemia,obat untuk hiperkalemia

Pengobatan Hiperkalemia (Kadar Kalium Darah Yang Tinggi)

Pengobatan harus segera dilakukan jika kalium meningkat diatas 5 mEq/L pada seseorang dengan fungsi ginjal yang buruk atau diatas 6 mEq/L pada seseorang dengan fungsi ginjal yang normal.

Kalium bisa dibuang dari tubuh melalui saluran pencernaan atau ginjal ataupun melalui dialisa. Kalium dapat dibuang dengan merangsang terjadinya diare dan dengan menelan sediaan yang mengandung resin pengisap kalium. Resin ini tidak diserap di saluran pencernaan, sehingga kalium keluar dari tubuh melalui tinja.

Bila ginjal berfungsi dengan baik, diberikan obat diuretik untuk meningkatkan pengeluaran kalium.

Jika diperlukan pengobatan segera, dapat diberikan larutan intravena yang terdiri dari kalsium, glukosa atau insulin. Kalsium membantu melindungi jantung dari efek kalium konsentrasi tinggi, meskipun efek ini hanya berlangsung beberapa menit saja. Glukosa dan insulin memindahkan kalium dari darah ke dalam sel, sehingga menurunkan konsentrasi kalium darah.

Jika pengobatan ini gagal atau jika terjadi gagal ginjal, mungkin perlu dilakukan dialisa pada penderita hiperkalemia.