Amfetamin

Thursday, December 14th, 2017 - Obat

Amfetamin adalah obat yang bisa digunakan untuk mengobati gangguan hiperaktif atau disebut juga dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Obat yang masuk ke dalam kelompok stimulan sistem saraf pusat ini mampu menurunkan tingkat kegelisahan dan meningkatkan daya konsentrasi pada pasien yang terlalu aktif, impulsif, mudah terganggu konsentrasinya, atau sulit untuk fokus dalam waktu yang lama.

Amfetamin juga bisa digunakan untuk mengobati narkolepsi atau gangguan tidur yang mengakibatkan penderita tidur secara tiba-tiba tanpa mengenal waktu dan tempat. Selain gangguan hiperaktif dan narkolepsi, obat ini juga bisa digunakan oleh penderita obesitas dalam menurunkan berat badan.amfetamin,amfetamine,amfetamin memiliki sifat menyerupai,amfetamin termasuk,amfetamine adalah,amfetamin efek,amfetamin adalah,amfetamin golongan obat apa,amfetamin termasuk golongan obat,amfetamin adalah golongan obat,amfetamin berasal dari,amfetamin berfungsi untuk,amfetamin dalam bidang kesehatan untuk,amfetamin digunakan sebagai,amfetamin di apotik,amfetamin efek samping,amfetamin fungsi,amfetamin formula,amfetamin farmakokinetik,amfetamin farmakologi,amfetamin foto,amfetamin golongan,amfetamin golongan obat,amfetamin golongan berapa,amfetamin indikasi,amfetamin itu apa,amfetamin jenis,amfetamin memiliki sifat,amfetamin mengandung,amfetamin obat apa,amfetamin obat untuk,amfetamin struktur,amfetamin tablet,amfetamin tergolong,amfetamin terdapat pada,amfetamin terdiri atas,amfetamin terbuat dari,amfetamin untuk,amfetamin untuk apa

Tentang Amfetamin

Jenis obat Stimulan sistem saraf pusat
Golongan Obat resep
Manfaat
  • Menangani ADHD
  • Mengobati narkolepsi
  • Menurunkan berat badan pada obesitas
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak dalam batasan umur tertentu
Bentuk obat Tablet, kapsul, dan puyer (suspensi)

Peringatan Penggunaan Amfetamin

  • Bagi wanita hamil, sesuaikan dosis amfetamin dengan anjuran dokter. Wanita menyusui tidak diperbolehkan mengonsumsi amfetamin.
  • Harap berhati-hati jika Anda menderita gangguan bipolar, pengerasan arteri atau arteriosklerosis, hipertensi, kardiomiopati, aritmia, penyakit jantung koroner dan gagal jantung.
  • Harap berhati-hati jika Anda memiliki riwayat serangan jantung, stroke, depresi, psikosis, sindrom Tourette, dan kejang-kejang.
  • Waspada jika Anda seorang pecandu obat-obatan terlarang, minuman beralkohol, dan rokok.
  • Jangan menggunakan amfetamin bersamaan dengan obat-obatan lainnya, seperti linezolid, phenelzine, iproniazid, procarbazine, sibutramine, moclobemide, toloxatone, dan selegiline, tanpa petunjuk dari dokter karena dikhawatirkan dapat menyebabkan efek samping yang membahayakan.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah menggunakan amfetamin, segera temui dokter.

Dosis Amfetamin

Berikut ini dosis amfetamin yang telah disesuaikan dengan umur (penggunaan dilarang bagi usia yang tidak disebutkan):

Kondisi Usia Pasien Dosis dalam satuan miligram (mg)
ADHD Anak usia 3-5 tahun

Usia 6 tahun hingga dewasa

Dimulai dari 2,5 mg per hari.

5-10 mg per hari. Jika diperlukan, dosis dapat dinaikkan sampai 40 mg per hari.

Narkolepsi Anak usia 6-11 tahun

Anak usia 12 tahun hingga dewasa

  • Harus disesuaikan oleh resep dokter.
  • Dimulai dari 5 mg per hari.

10 mg per hari. Jika diperlukan, dosis dapat dinaikkan sampai 60 mg per hari.

Menurunkan berat badan pada obesitas Anak usia 12 tahun hingga dewasa 5-10 mg per hari. Jika diperlukan, dosis dapat dinaikkan sampai 30 mg per hari.

Menggunakan Amfetamin Dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan obat amfetamin sebelum menggunakannya. Untuk mengatasi obesitas, amfetamin biasa digunakan setengah jam sampai satu jam sebelum makan.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk menggunakan obat amfetamin pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalkan efeknya.

Bagi pasien yang lupa menggunakan obat amfetamin, disarankan segera melakukannya jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis amfetamin pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Amfetamin

Sama seperti obat-obat lain, amfetamin juga berpotensi menyebabkan efek samping meski sangat jarang terjadi, yaitu gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, perubahan kondisi mental, dan berhalusinasi. Segera ke dokter apabila gejala diatas berkerlanjutan setelah penggunaan amfetamin.