Alkalosis Respiratorik

Thursday, December 14th, 2017 - Gangguan Nutrisi & Metabolisme, Penyakit

Alkalosis Respiratorik adalah suatu keadaan dimana darah menjadi basa karena pernafasan yang cepat dan dalam menyebabkan kadar karbondioksida dalam darah menjadi rendah.

Alkalosis respiratorik adalah salah satu gangguan keseimbangan asam basa respiratorik adalah alkalosis respiratorik. Gangguan ini terjadi akibat hiperventilasi alveolaer sehingga terjadi penurunan PaCO2 (hipokapnia) yang dapat menyebabkan peningkatan pH.

Hiperventilasi alveoler terjadi karena stimulus pada pusat pernapasan, baik secara langsung maupun tidak langsung, penyakit paru akut dan kronik dan over ventilasi iatrogenik (misalnya penggunaan ventilasi mekanik). Hiperventilasi kronik umumnya asimptomatik, sedang hiperventilasi akut ditandai dengan rasa ringan di kepala (pusing), parestesia, dan kesenutan.

Penyebab Alkalosis Respiratorik

Pernafasan yang cepat dan dalam disebut hiperventilasi, yang menyebabkan terlalu banyaknya jumlah karbondioksida yang dikeluarkan dari aliran darah. Penyebab hiperventilasi yang paling sering ditemukan adalah kecemasan.

Faktor penyebab alkalosis respiratorik adalah:

  1. Rangsang hipoksemia
    – penyakit paru dengan kelainan gradien A-a (alveoler arteri)
    – penyakit jantung dengan righ to left shunt
    – penyakit jantung dengan edema paru
    – anemia gravis
  2. Stimulasi pusat pernapasan di medula
    – kelainan neurologis
    – psikogenik, misalnya serangan panik, rasa nyeri
    – gagal hati dengan ensefalopati
    – kehamilan
    – sepsis
    – pengaruh obat, misalnya salisilat, hormon progesteron

alkalosis respiratorik,alkalosis respiratorik terkompensasi,alkalosis respiratorik dan metabolik,alkalosis respiratorik adalah pdf,alkalosis respiratorik akut,alkalosis respiratorik terkompensasi penuh,alkalosis respiratorik terapi,alkalosis respiratorik adalah,alkalosis respiratorik metabolik,alkalosis respiratorik tidak terkompensasi,alkalosis respiratorik kronis,alkalosis respiratorik artinya,penyebab alkalosis respiratorik adalah,askep alkalosis respiratorik,arti alkalosis respiratorik,artikel alkalosis respiratorik,contoh alkalosis respiratorik,ciri alkalosis respiratorik,perbedaan alkalosis respiratorik dan metabolik,definisi alkalosis respiratorik,diagnosa alkalosis respiratorik,gejala alkalosis respiratorik,gangguan alkalosis respiratorik,jurnal alkalosis respiratorik,kompensasi alkalosis respiratorik,komplikasi alkalosis respiratorik,koreksi alkalosis respiratorik,kesimpulan alkalosis respiratorik,lp alkalosis respiratorik,makalah alkalosis respiratorik,mekanisme alkalosis respiratorik,pengertian alkalosis respiratorik,patofisiologi alkalosis respiratorik,penyakit alkalosis respiratorik,penanganan alkalosis respiratorik,rumus alkalosis respiratorik,alkalosis respiratorik terkompensasi sebagian,tatalaksana alkalosis respiratorik,tanda alkalosis respiratorik,terjadinya alkalosis respiratorikPenyebab lain dari alkalosis respiratorik adalah :

  • rasa nyeri
  • sirosis hati
  • kadar oksigen darah yang rendah
  • demam
  • overdosis aspirin.

Gejala Alkalosis Respiratorik

Alkalosis respiratorik dapat membuat penderita merasa cemas dan dapat menyebabkan rasa gatal disekitar bibir dan wajah.

Jika keadaannya makin memburuk, bisa terjadi kejang otot dan penurunan kesadaran.

Diagnosa Alkalosis Respiratorik

  • Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pengukuran kadar karbondioksida dalam darah arteri.
  • pH darah juga sering meningkat.

Pengobatan Alkalosis Respiratorik

Biasanya satu-satunya pengobatan yang dibutuhkan adalah memperlambat pernafasan. Jika penyebabnya adalah kecemasan, memperlambat pernafasan bisa meredakan penyakit ini. Jika penyebabnya adalah rasa nyeri, diberikan obat pereda nyeri.

Menghembuskan nafas dalam kantung kertas (bukan kantung plastik) bisa membantu meningkatkan kadar karbondioksida setelah penderita menghirup kembali karbondioksida yang dihembuskannya.

Pilihan lainnya adalah mengajarkan penderita untuk menahan nafasnya selama mungkin, kemudian menarik nafas dangkal dan menahan kembali nafasnya selama mungkin. Hal ini dilakukan berulang dalam satu rangkaian sebanyak 6-10 kali.

Jika kadar karbondioksida meningkat, gejala hiperventilasi akan membaik, sehingga mengurangi kecemasan penderita dan menghentikan serangan alkalosis respiratorik.