Albumin

Tuesday, December 12th, 2017 - Obat

Albumin adalah protein utama yang terdapat dalam darah manusia. Mengatur tekanan osmotik dalam darah merupakan fungsi utama protein yang diproduksi oleh organ hati ini. Keseimbangan albumin dibutuhkan untuk menjaga agar cairan yang terdapat dalam darah tidak bocor ke jaringan tubuh.

Obat albumin memiliki fungsi serupa dengan protein alami yang diproduksi tubuh kita. Obat ini diberikan pada pengidap hipoalbuminemia atau defisiensi albumin. Kondisi rendahnya kadar albumin dalam darah ini umumnya mengindikasikan adanya gangguan pada kinerja ginjal dan hati, adanya proses peradangan, atau pada orang-orang yang menderita malnutrisi.

Pemberian albumin harus dilakukan oleh dokter atau petugas medis, karena obat ini hanya tersedia dalam bentuk larutan infus. albumin,obat albumin,pengertian albumin,definisi albumin,kegunaan albumin,fungsi albumin,penggunaan albumin,komposisi albumin,indikasi albumin,kontra indikasi albumin,dosis albumin,albumin untuk wanita hamil,albumin untuk wanita menyusui,albumin untuk manula,efek samping albumin,cara pemakaian albuminresep albumin,jual albumin,harga albumin

Tentang Albumin

Jenis obat Protein
Golongan Obat resep
Manfaat Menangani defisiensi albumin
Dikonsumsi oleh Dewasa
Bentuk obat Obat infus

Peringatan Dalam Pemberian Albumin

  • Bagi wanita yang sedang hamil atau menyusui sebaiknya hanya menggunakan obat albumin jika ada anjuran dari dokter.
  • Harap berhati-hati bagi lansia atau yang mengidap gagal jantung kongesti, edema paru, anemia yang parah, gangguan ginjal, sirosis kronis, hipoproteinemia, serta nefrosis kronis.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera hubungi dokter.

Dosis Albumin

Albumin hanya dapat diberikan melalui infus. Karena itu, dosisnya akan ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi kesehatan masing-masing pasien disertai pemantauan secara seksama.

Mengonsumsi Albumin dengan Benar

Albumin harus diberikan dengan dosis yang tepat sesuai kebutuhan pasien, sehingga harus diberikan oleh petugas medis berdasarkan anjuran dan pemantauan dokter.

Perhatikan isi kemasan albumin sebelum digunakan. Cairan albumin harus bening dan tanpa partikel. Jangan digunakan jika cairan telah berubah warna, berisi partikel, atau kemasannya bocor. Mintalah pada petugas medis untuk memberikan yang baru.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Albumin

Sama seperti obat-obatan pada umumnya, albumin juga memiliki memiliki efek samping. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi saat obat ini diberikan tidak sesuai dengan kondisi khusus masing-masing penderita meliputi :

  • Urtikaria.
  • Demam.
  • Haus.
  • Sensasi rasa panas, berkeringat, dan jantung berdebar (hot flushes).
  • Peningkatan tekanan darah.
  • Sakit kepala.
  • Mual dan muntah.
  • Detak jantung meningkat (takikardia) atau menurun (bradikardia).

Segera temui dokter atau datangi rumah sakit terdekat apabila gejala diatas berkepanjangan setelah penggunaan albumin.